Burger yang enak itu tak semestinya rumit. Cukup berfokus pada dua komponen, yakni cita rasa patty daging berkualitas dan bun yang lembut. Keseimbangan rasa ini hanya bisa ditemukan saat keduanya benar-benar digarap serius. Seperti burger di Mogul yang akan membawa Anda ke lapisan-lapisan kejujuran di balik setiap prosesnya.
Begitu melangkah ke dalam gerai burger Mogul, yang terletak di SCBD Park, Jakarta Selatan, mata langsung tertuju pada pemandangan dapur terbuka. Aroma patty daging yang sedang dipanggang bagaikan magnet kuat. Kaki pun secara sukarela tertarik ke sudut kasir untuk segera memesan.
Di tempat ini, burger adalah bintang utama. Setelah melihat daftar menu, pilihan jatuh pada Double Smash Burger dan Classic Cheese Burger. Keduanya merupakan favorit pembeli.
Tak selang lama, burger segera diproses di dapur. Burger yang ”serius” dimulai dari patty daging yang dimasak dadakan saat pesanan masuk. Bukan berupa patty beku yang dihangatkan dan diproduksi massal. Ah, rasa terbaik memang sebaiknya tak disimpan lama.
Sshh, nyess, nyessh, kira-kira begitu suara mendesis dari patty segar yang mendarat di atas pelat panas panggangan. Suara itu dihasilkan dari sari daging yang perlahan keluar saat di-smash dengan pelat penekan. Proses smash membuat pinggiran patty daging menjadi tipis, kering, dan krispi.
Patty berwarna merah cerah yang terbuat dari campuran Australia beef dan US beef ini bikin senyum-senyum. Seketika membatin, ”Oh burger ini pakai daging segar, mungkin grade premium.”
Kalau kami pilih daging yang salah, akhirnya tidak ada yang bisa melindungi kami. Istilahnya kalau dagingnya tidak bagus, kami mau lari ke mana lagi? Karena produk kami, ya, bergantung pada tekstur dan kualitas dagingnya.
Seperti kebanyakan orang yang biasa berbelanja bahan makanan, tampilan fisik memang masuk dalam standar penilaian untuk memastikan kesegaran suatu bahan. Warna merah cerah pada daging giling biasanya manandakan kualitas daging baru yang masih segar, sementara warna daging kecoklatan menunjukkan bahwa daging sudah lama dan teroksidasi.
Selanjutnya, lembar demi lembar keju cheddar diletakkan di atas patty daging hingga meleleh. Lalu, dimulailah konstruksi burger dengan fondasi paling bawah bun yang sudah dipanggang dengan butter. Disusul komponen lain, seperti saus rahasia, pickle, selada romaine, dan caramelized onion.
Belepotan
Dua paket burger lengkap akhirnya mendarat di meja yang terletak di lantai dua. Mereka tampil didampingi kentang goreng berbumbu cajun yang menggunakan kentang lokal asal Dieng, Jawa Tengah.
Kentang utuh yang bersih dipotong sekaligus dengan kulitnya kemudian direndam air. Proses itu bertujuan menghambat oksidasi pada permukaan kentang sehingga tidak berubah warna dan mengurangi kandungan pati di dalamnya. Lalu, kentang ditiriskan dan dimasukkan ke dalam freezer. Setelahnya langsung digoreng.
Rangkaian proses itu menghasilkan tekstur pas saat kentang goreng digigit. Lapisan luarnya garing dan dalamnya lembut. Bersiaplah mulut jadi agak belepotan karena bumbu cajun, garam laut, dan daun parsley berdansa di pinggiran mulut.
SUMBER:https://www.kompas.id/artikel/kenang-rasa-mogul-ini-burger-serius?open_from=Kuliner_Page



