Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Bandung, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.
Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.
Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.
Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.
“Kondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,” ucapnya.
Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.
“Karena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,” ujarnya.
Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
“Sangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,” ungkapnya.
Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.
“Kurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,” ujarnya.
Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.
“Sangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,” ucapnya.



