14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDKabupaten Bandung Barat mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau 2026.

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan.

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.

“Kita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,” tegasnya.

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

“Penyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,” kata Dedi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDKabupaten Bandung Barat mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau 2026.

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan.

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.

“Kita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,” tegasnya.

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

“Penyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,” kata Dedi.

SUMBER:https://www.ayobandung.com/bandung-raya/7917011760/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2

 

Berita Terkini

Berita Terkait