DPRD Kabupaten Bandung Barat Buka Ruang Pembahasan Kebutuhan Kecamatan dalam Perubahan Anggaran 2026

DPRD Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Anggaran (Banggar) bersama para camat membahas Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 untuk melihat kembali kebutuhan anggaran di masing-masing kecamatan. Pembahasan ini menjadi bagian penting untuk memastikan perencanaan dan penganggaran daerah tetap sesuai dengan prioritas serta persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Setiap kecamatan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penyusunan anggaran tidak cukup hanya melihat angka secara keseluruhan, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi dan prioritas di masing-masing wilayah.

Salah satu kebutuhan yang disampaikan Kecamatan Ngamprah berkaitan dengan pembinaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) seiring dengan pelaksanaan pemilihan BPD pada tahun ini. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana dinamika di tingkat kecamatan dan desa perlu mendapat ruang dalam pembahasan anggaran daerah.

Dalam pertemuan tersebut, para camat juga menyampaikan berbagai kebutuhan dan rencana pembangunan wilayah kepada DPRD Kabupaten Bandung Barat. Penyampaian secara langsung ini diharapkan dapat membantu memperjelas kondisi di lapangan sekaligus menjadi bahan dalam menentukan prioritas anggaran.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat M. Mahdi menekankan bahwa hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) seharusnya tidak berhenti sebagai agenda tahunan atau sekadar daftar usulan. Setiap usulan yang menjadi prioritas perlu diperjuangkan agar dapat diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang benar-benar dapat dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran daerah.

Bagi masyarakat, proses tersebut penting karena banyak kebutuhan pembangunan bermula dari persoalan yang mereka sampaikan melalui pemerintah desa dan kecamatan. Mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga kebutuhan pemerintahan desa, semuanya perlu memiliki jalur perencanaan dan penganggaran yang jelas.

Melalui fungsi anggaran dan pengawasan, DPRD Kabupaten Bandung Barat mendorong agar perubahan anggaran 2026 tidak hanya berorientasi pada penyesuaian angka, tetapi juga memastikan program yang diprioritaskan memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Dengan komunikasi yang lebih kuat antara DPRD, pemerintah daerah, dan kecamatan, kebutuhan di lapangan diharapkan dapat menjadi pertimbangan yang lebih konkret dalam pengambilan keputusan anggaran. Pada akhirnya, keberhasilan perencanaan pembangunan dapat dilihat dari sejauh mana usulan masyarakat benar-benar berubah menjadi program yang dirasakan manfaatnya.

Berita Terkini

Berita Terkait